CONTOH PROPOSAL BK (INDIKATOR EMOSI MARAH, SENANG, SEDIH, DAN TAKUT)

MENGALAMI KESULITAN MEMBUAT PROPOSAL, HUBUNGI 081337999117 (PEKANBARU)

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

A. Latar Belakang Masalah

Bagi sebagian orang yang baru berangkat dewasa bahkan yang sudah melewati usia dewasa, masa remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka. Kenangan terhadap saat remaja adalah kenangan yang tidak mudah dilupakan sebaik atau seburuk apapun pada saat itu. Sementara itu banyak orang tua yang memiliki anak berusia remaja merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang dihadapi oleh orang tua dan remaja itu sendiri. Banyak orang yang tetap menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi. Sebaliknya bagi para remaja, tuntutan internal membawa mereka pada keinginan untuk mencari identitas atau jati diri yang mandiri dari pengaruh orang tua dan guru.Masa remaja merupakan pula masa berkembangnya rasa kebangsaan,karena itu pada masa peka ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk menanamkan semangat patriotic kepada mereka (Sumadi Suryabrata, 1984:23).

G. Stanley Hall adalah ahli psikologi dan pendidikan yang merupakan salah seorang “Father of Adolesence”. Dia meyakini melalui mekanisme evolusi,remaja dapat memperoleh sifat-sifat tertentu melalui pengalaman hidupnya yang kritis.Sifat-sifat tersebut dapat ditransmisi (diteruskan) melalui keturunan pada masa konsepsi. Apabila remaja berkembang dalam lingkungan yang kondusif,mereka akan memperoleh sifat-sifat yang mengembangkan nilai-nilai insaninya.       

Hall berpendapat bahwa remaja merupaka masa “Strum and Drung” yaitu sebagai periode yang berada dalam 2 (dua) situasi antara kegoncangan, penderitaan, asmara,   dan pemberontakan dengan otoritas orang dewasa, (Syamsu Yusuf, 2002: 195).  

Apabila remaja kurang mendapat bimbingan keagamaan dalam keluarga,kondisi keluarga yang kurang harmonis, orang tua yang kurang memberikan kasih sayang dan berteman dengan kelompok teman sebaya yang kurang menghargai nilai-nilai agama maka kondisi diatas akan menjadi pemicu berkembangnya sikap dan perilaku remaja yang kurang baik atau asusila seperti pergaulan bebas (free sex),minum-minuman ke  ras, mengisap ganja dan menjadi trouble maker (pengganggu ketertiban/ pembuat onar) dalam masyarakat.

Remaja sebagai individu sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi  (becoming) yaitu berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, remaja memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya,juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya.

Iklim lingkungan yang tidak sehat cendrung memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan remaja dan sangat mungkin mereka akan mengalami kehidupan yang tidak nyaman, stress, dan depresi.Dalam kondisi seperti inilah banyak remaja yang meresponnya dengan sikap dan perikalu yang kurang wajar dan bahkan amoral seperti kriminalitas,penyalah gunaan obat terlarang,tawuran dan minum-minuman keras.

Kehidupan sosial pada jenjang remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi inte lektual dan emosional (H. Sunarto dan B. Agung Hartono.1995:129)

Pola emosi masa remaja adalah sama dengan pola emosi kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami adalah cinta/ kasih sayang,gembira, amarah, takut dan cemas, cemburu, sedih dan lain-lain. Perbedaan terletak pada macam dan derajat ransangan yang membangkitkan emosinya, dan khususnya pola pengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi mereka.

Emosi adalah pengalaman efektif yang disertai penyesuaian diri dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.      Mencapai kematangan emosional merupakan tugas perkembangan yang sangat su lit bagi remaja. Proses pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosio emosional lingkungannya, terutama lingkungan keluarga dan kelompok teman sebaya. Apabila  lingkungan tersebut kondusif,dalam arti kondisinya diwarnai oleh hubungan yang  harmonis, saling mempercayai, saling menghargai, dan penuh tanggung jawab, maka  remaja cenderung dapat mencapai kematangan emosionalnya. Sebaliknya apabila kurang dipersiapkan untuk memahami peran-perannya dan kurang mendapatkan perhatian  dan kasih sayang dari orang tua atau pengakuan dari teman sebaya, mereka cenderung akan mengalami kecemasan, perasaan tertekan atau ketidaknyamanan emosional.

Dalam menghadapi emosional tersebut,tidak sedikit remaja yang mereaksinya se cara defensif, sebagai upaya untuk melindungi kelemahan dirinya.Reaksi itu tampil  galam tingkah laku malasuai, seperti:

  1. Agresif :melawan, keras kepala, bertengkar, berkelahi, dan senang mengganggu.
  2. Melarikan diri dari kenyataan :melamun, pendiam, senang menyendiri, dan meminum minuman keras atau obat-obatan terlarang.

Berdasarkan pengamatan penulis di SMP N 25 .Pekan Baru terlihat/terdapat ber macam-macam emosional anak yang menunjukkan perkembangan anak yang dalam proses perkembangannya.yaitu sebagai berikut:

  1. Sering marah terhadap keinginan atau rencana dan niat yang ingin dilakukannya mendapat rintangann
  2. Sering sedih apabila kehilangan sesuatu yang dicintainya.
  3. Senang apabila mendengar atau adanya sesuatu yang datangnya tiba-tiba atau tidak diduga.
  4. Sering takut dalam berbagai hal yang berhubungan dengan diri atau status seperti takut gagal,takut dicemoohkan dan sebagainya.
  5. Sering malu seperti dalam penarikan diri dengan orang lain yang tidak dikenal atau tidak sering berjumpa.
  6. Sering cemburu dan tidak tentram dalam hubungannya dengan orang yang dicintai dan takut kehilangan status dalam hubungan kasih sayang. Dan sebagainya.

Berdasarkan fenomena-fenomena diatas ,maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan juduL:

 

            SURVEY TENTANG JENIS-JENIS EMOSI PADA REMAJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN KELAS VIII PADA SMP NEGERI 25 PEKANBARU TAHUN PELAJARAN 2009 – 2010.

 

 

 

 

B.PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah,maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Jenis-jenis emosi senang apa sajakah yang dialami oleh remaja  laki Laki dan perempuan di SMP NEGERI 25 Pekan Baru.
  2. Jenis-jenis emosi sedih apa sajakah yang dialami oleh remaja laki-laki dan     perempuan di SMP N 25 Pekan Baru.
  3. Jenis-jenis emosi takut apa sajakah yang dialami oleh remaja laki-laki dan perempuan di SMP NEGERI 25 Pekan Baru.
  4. Jenis-jenis emosi marah apa sajakah yang dialami oleh remaja laki-laki dan perempuan    di SMP NEGERI 25 Pekan Baru.
  5. Bagaimanakah gambaran latar belakang keluarga dari remaja tersebut.

       

C. TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui gambaran jenis emosi senang pada remaja laki-laki dan perempuan di SMP NEGERI 25 Pekan Baru.
  2. Untuk mengetahui gambaran jenis emosi sedih pada remaja laki-laki dan perempuan di SMP NEGERI 25  Pekan Baru.
  3. Untuk mengetahui gambaran jenis emosi takut pada remaja laki-laki dan perempuan di SMP NEGERI 25 Pekan Baru.
  4. Untuk mengetahui gambaran jenis emosi marah pada remaja laki-laki dan perempuan di SMP NEGERI  Pekan Baru.25 Pekan Baru.
  5. Untuk mengetahui gambaran latar belakang keluarga remaja tersebut.

D. DEFINISI OPERASIONAL

Untuk kemudahan memahami dan menghindari penafsiran yang keliru terhadap   istilah istilah yang digunakan dalam penelitian ini ,maka penulis merasa perlu untuk mem berikan definisi operasional sebagai berikut:           

 

PENGERTIAN EMOSI

Perbuatan atau perilaku kita sehari-hari pada umumnya disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, seperti perasaan senang. Perasaan senang atau tidak senang yang terlalui menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari disebut warna efektif. Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah, atau kadang-kadang tidak jelas (samar-samar). Dalam warna efektif tersebut kuat, maka perasaan-perasaan menjadi lebih mendalam, lebih luas, dan lebih terarah. Perasaan-perasaan seperti ini disebut EMOSI (Sarlito, 1982:59). Di samping perasaan senang atau tidak senang, beberapa contoh macam emosi yang lain adalah, cinta, marah, takut, cemas dan benci.

 

JENIS-JENIS EMOSI

            Dalam penelitian ini jenis- jenis emosi yang dipakai sebagai landasan teori adalah pendapat Zulfan Saam (2009 : 98 ).

Menurut ZULFAN SAAM ,Emosi dasar digolongkan menjadi empat golongan yakni: 1. senang. 2. sedih. 3. takut. 4 marah

1.Emosi senang adalah gambaran rasa senang yang dialami seseorang. Emosi  senang ini terdiri dari misalnya: gembira, bahagia, cinta, suka, riang, sayang takjub, kagum, dan damai.

2.Emosi sedih adalah gambaran rasa tidak senang yang dialami seseorang.Emosi Ini seperti :pilu, duka, lara, kecewa, hampa, merana, putus asa, galau, gundah,  frustasi, dan rindu.

3.Emosi takut adalah gambaran rasa tidak senang yang dialami seseorang , baik ter

hadapobjek dari luar diri maupun dari dalam diri orang tersebut.Objek dari luar diri misalnya: takut pada pencuri, takut pada harimau, dan perampok.Sedang kan rasa takut yang objeknya dalam diri orang tersebut misalnya:takut tidak lu lus, takut berbuat salah, dan sebagainya.

4.Emosi marah merupakan gambaran perasaan terhadap sesuatu objek seperti peris Tiwa, perilaku orang, hubungan sosial, dan keadaan lingkungan.

Emosi Dasar (Zulfan Saam 2009  :98)

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C. PENGERTIAN REMAJA

Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan batasan usia antara 11 tahun sampai 24 tahun dan belum menikah..

Menurut Hurlock. 1964. Prof. Dr. H .Sunarto. Dra.Ny. B.Agung Hartono:57). Rentangan usia remaja itu antara 13- 21 tahun,yang dibagi pula dalam usia remaja awal 13 atau 14 sampai 17 tahun, dan remaja akhir 17 sampai 21 tahun.Kemudian dalam penelitian remaja yang diteliti adalah berusia antara 12- 16 tahun (remaja awal.)

D. LATAR BELAKANG KELUARGA.

            Dalam penelitian ini latar belakang keluarga yang diteliti terdiri dari:

  1. Tingkat pendidikan orang tua

-tamat SD/tidak tamat SD, tamat SMP/tidak tamat SMP, tamat SMA/tidak                             tamat SMA,tamat perguruan tinggi/tidak tamat perguruan tinggi, pasca sarjana/tidak tamat pasca sarjana

  1. Jenis pekerjaan orang tua.

-PNS ( pegawai pemda / pegawai pemko / ABRI / guru / kandepag / dinas pendidikan )

-Wiraswasta  ( buruh, pedagang, petani)

  1. Keluarga utuh atau keluarga tidak utuh.

- masih utuh, kedua orang tua masih ada

- keluarga tidak utuh / salah satu orang tua sudah meninggal

- keluarga broken home ( orang tua sudah bercerai )

  1. Anak keberapa dalam keluarga tersebut.

- anak pertama / anak kedua / anak ketiga / anak bungsu

            5.   Status anak dalam keluarga.

-anak kandung / anak tiri / anak angkat / anak tunggal

  1. Keluarga besar atau keluarga kecil.

-Didalam keluarga tersebut ada nenek, kakek, tante, paman dan yang lainnya

  1. Keluarga yang  sibuk dan keluarga yang tidak sibuk.

-orang tua selalu pulang kerja larut malam / pulang seminggu sekali / pulang sebulan sekali / 6 bulan sekali / setahun sekali.

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

A. PENGERTIAN REMAJA

Masa remaja dapat dipandang sebagai suatu masa remaja individu dalam proses  pertumbuhannya yang telah mencapai kematangan. Masa ini menunjukkan suatu masa  kehidupan dimana kita sulit untuk memandang remaja itu sebagai kanak-kanak, tapi tidak juga sebagai orang dewasa. Masa ini disebut periode transisi atau peralihan dari kehidupan masa kanak-kanak kemasa dewasa.

Masa remaja merupakan periode yang meliputi masa pertumbuhan seseorang atau masa transisi dari anak-anak kemasa dewasa.(Zakiah darajat,1993:23).

Masa remaja dapat ditinjau sejak seseorang menunjukkan tanda-tanda pubertas  dan belum berlanjut hingga tercapainya  kematangan seksual.

Masa remaja menurut Mappiare 1982, M. Ali. M . Asrori:9),berlangsung antara umur 12 thn sampai dengan 21 thn bagi wanita, dan 13 – 22 tahun bagi pria.

Remaja yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahasa latin Adolescere yang artinya”tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”.

Perkembangan lebih lanjut,istilah adolescence sesungguhnya memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik(Hurlock 1991,M. ali M. Asrori: 9). Pandangan ini didukung oleh Piaget(Hurlock, 1991,)yang mengatakan bahwa secara psikologis, remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi kedalam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama,atau paling tidak Sejajar.

Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Mereka sudah tidak ter masuk golongan anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk termasuk ke golongan orang dewasa. Remaja ada diantara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu , remaja seringkali dikenal dengan fase”mencari jati diri” atau fase” topan dan badai” Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan  secara maksimal

   fungsi fisik maupun psikisnya(Monks dkk. Dalam M. Ali. M Asrori :10).

Istilah asing yang sering dipakai untuk menunjukkan makna remaja, antara lain adalah Puberteit, Adolecentia, dan youth. Dalam bahasa Indonesia sering pula dikatakan Pubertas atau Remaja. Istilah  puberty (Inggris) atau puberteit (Belanda) berasal dari bahasa latin: Pubertas yang berarti usia kedewasaan (the age of manhood). Istilah

Ini berkaitan dengan kata latin lainnya Pubercere yang berarti masa pertumbuhan rambut di daerah tulang “pusic” (diwilayah kemaluan). Pubercere dan puberty sering diar tikan sebagai masa tercapainya kematangan seksual .

Di Indonesia baik istilah pubertas maupun adolescentia dipakai dalam arti umum dengan istilah yang sama yaitu Remaja.

Remaja itu sulit didefinisikan secara mutlak. Oleh karena itu,dicoba untuk memahami remaja menurut berbagai menurut berbagai sudut pandangan, antara lain menurut hukum, perkembangan fisik, WHO, sosio psikilogi, dan pengertian remaja menurut pandangan masyarakat Indonesia.

  1. Remaja menurut hukum.                                                                                            

Dalam hubungan dengan hukum, tampaknya hanya undang-undang perkawinan sa

Ja yang mengenal konsep “remaja” walaupun tidak secara terbuka.Usia minimal untuk suatu perkawinan menurut undang-undang disebutkan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria (pasal 7 undang-undang No. 1/ 1974 tentang perkawinan.

  1. Remaja ditijau dari sudut perkembangan fisik

Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu lain yang terkait, remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik dimana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Pada pematangan fisik ini berjalan lebih kurang 2 tahun dan biasanya dihitung mulai menstruasi pertama pada anak wanita ata sejak anak pria mengalami mimpi basah yang pertama.

  1. Batasan remaja menurut Who

Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana:

  1. Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual.
  2. Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa.
  3. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri
  4. Remaja ditinjau dari faktor sosial psikologis.

Salah satu ciri remaja disamping tanda-tanda seksualnya adalah : “perkembangan psokologis dan pada identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa”. Puncak perkembangan jiwa itu ditandai dengan adanya prosesperubahan dari kondisi “entropy” ke kondisi “negentropy.(Sarlito 1991:11).( H. Sunarto. Ny

B. Agung Hartono)

Entropy adalah keadaan dimana kesadaran manusia masih belum tersusun rapi.Isi kesadaran saling bertentangan ,saling tidak berhubungan sehingga mengurangi kerjanya dan menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan buat orang yang bersangkutan.

Selama masa remaja, kondisi entropy ini secara bertahap disusun ,diarahkan, distrukturkan kembali, sehingga lambat laun terjadi kondisi “negentropy”

Kondisi negetropy adalah keadaan dimana isi kesadaran tersusun dengan baik,pengetahuan yang satu terkait dengan perasaan atau sikap.Orang dalam keadaan negentropy merasa dirinya sebagai kesatuan yang utuh dan bisa bertindak dengan tujuan yang jelas,ia tidak perlu dibimbing lagiuntuk bisa mempunyai tanggung jawab dan semangat kerja yang tinggi.

  1. Definisi remaja untuk Masyarakat Indonesia

Tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional.Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari berbagai macam suku,adat, dan tingkatan sosial ekonomi,maupun pendidikan.(Sarlito 1991 : 11 )

. H. Sunarto. Ny. B. Agung Hartono)

Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah.

Menurut Hurlock 1964.rentang usia remaja itu antara 13 – 21 tahun,yang dibagi pula dalam usia remaja awal 13, 14 sampai 17 tahun, dan remaja akhir 17 – 21 tahun.

Seorang remaja berada pada batas peralihan kehidupan anak dan dewasa. Atau tubuhnya kelihatan sudah dewasa, akan tetapi bila diperlakukan seperti orang dewasa ia gagal menunjukkan kedewasaannya.

Para remaja sering terlihat adanya:

  1. Kegelisahan : Keadaan yang tidak tenang menguasai diri siremaja.
  2. Pertentangan :Pertentangan yang menimbulkan kebingungan bagi diri mereka.
  3. Berkeinginan besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahuinya.
  4. Keinginan untuk menjajaki ke alam sekitar yang lebih luas,seperti melibatkan   diri dalam kegiatan-kegiatan pramuka atau himpunan pencinta alam.(HPA).
  5. Menghayal dan berfantasi: Khayalan dan fantasi remaja banyak berkisar mengenai prestasi dan tangga karir.
  6. Aktifitas kelompok:Untuk menemukan  jalan keluar dari kesulitan-kesulitannyadengan berkumpul melakukan kegiatan bersama. Keinginan berkelompok ini tumbuh sedemikian besar dan dapat dikatakan merupakan ciri masa remaja.

 

B. PENGERTIAN EMOSI.

Perbuatan atau perilaku kita sehari-hari pada umumnya disertai oleh perasaan-   perasaan tertentu,seperti perasaan senang atau tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang yang terlalu menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari disebut warna efektif.Warna efektif ini kadang-kadang kuat,kadang-kadang lemah,atau kadang-kadang tidak jelas (samar-samar). Dalam hal warna efektif tersebut kuat, maka perasaan-perasaan menjadi lebih dalam,lebih luas dan lebih terarah. Perasaan-perasaan ini disebut emosi. (Sarlito ,1982:59)

Emosi dan perasaan adalah dua hal yang berbeda.Tetapi perbedaan antara keduanya tidak dapat dinyatakan dengan tegas.Emosi dan perasaan merupakan suatu gejala emosional yang secara kualitatif berkelanjutan, akan tetapi tidak jelas batasnya.

Chaplin 1989(M. Ali. M. Asrori:62 membedakan emosi dengan perasaan,dan dia mendefinisikan perasaan(feeling)adalah pengalaman disadari yang diaktifkan oleh peransang eksternal maupun oleh bermacam-macam keadaan jasmaniah.

Emosi adalah suatu respon terhadap suatu peransang yang menyebabkan perubahan fisiologis disertai perasaan yang kuat dan biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus.Rwspon demikian terjadi baik terhadap peransang eksternal maupun internal. (Soegarda Poerbakawaca,1982. M Ali. M. Asrori:630

Dengan definisi ini semakin jelas perbedaan antara emosi dengan perasaan,bahkan tampak jelas bahwa perasaan termasuk ke dalam emosi atau menjadi bagian dari emosi.

Sesungguhnya ada ratusan emosi bersama dengan variasi, campuran, mutasi, dan nuansanya sehinggamakna yang dikandung lebih banyak,lebih kompleks, dan lebih halus dari pada kata dan definisi yang digunakan untuk menjelaskan emosi.

 

C. JENIS-JENIS EMOSI

DANIEL GOLEMAN 1995. M.Ali. M.Asrori (2004 : 63)Mendefinisika sejumlah kelompok emosi, yaitu:1.Amarah. 2.Kesedihan. 3.Rasatakut. 4.Kenikmatan. 5.Cinta. 6.Terkejut. 7.Jengkel. 8.Malu.

Jadi emosi adalah Setiap pergolakan pikiran ,perasaan dan nafsu atau setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap.Karena berada pada masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa,status remaja agak kabur,baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.

Conny Semiawan 1989.(M. A li. M. Asrori (2004 :67 ) )mengibaratkan :Terlalu besar untuk serbet,terlalu kecil untuk taplak meja. Karena sudah bukan anak-anak lagi,tetapi juga belum dewasa.masa remaja biasanya memiliki energi yang besar,emosi berkobar- kobar,sedangkan pengendalian diri belum sempurna.Remaja juga sering mengalami  perasaan tidak aman, tidak tenang dan khawatir kesepian.

 

BAB III

  PROSEDUR PENELITIAN

 

 A.  ASUMSI

 

            Asumsi yang dapat disajikan dalam penelitian ini antara lain:

  1. Masing-masing remaja mempunyai jenis emosi yang berbeda-beda.
  2. Jenis-jenis emosi bisa diukur dan di dentifikasi.
  3. Siswa remaja laki-laki dan perempuan berada pada periode perkembangan yang sama.

 

  1. POPULASI DAN SAMPEL.
  2. POPULASI

Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek penelitian . dalam penelitian ini populasi penulis adalah siswa kelas VIII SMP NEGERI 25 Pekanbaru tahun pelajaran 2009 / 2010 dengan jumlah 270 orang.

 

2.  SAMPEL

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Teknik Total Sampling ( teknik sampel jenuh ) artinya seluruh anggota populasi dalam penelitian ini dijadikan sebagai anggota sampel ( Suharsini Arikunto 2002 : 112 ).

Dalam penelitian ini jumlah sampel sama dengan jumlah anggota populasi yaitu berjumlah 270 orang.

 

 

 

 

Populasi dan Sampel Penilitian

No

Jenis Populasi

Populasi

Sampel

Keterangan

L

P

L

P

 

Remaja Kelas VIII SMP N 25

Pekan Baru

114

156

114

156

 

 

Jumlah

114

156

114

156

270

 

C.  METODE PENELITIAN

             Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan

       untuk mendapatkan informasi tentang karakter suatu kenyataan sebagaimana adanya

      ( Suharsini Arikunto :1992 :10 )          

 

D..DATA DAN ALAT PENGUMPULAN DATA

 

            Sesuai dengan permasalahan pada penelitian ini, maka data yang diperlukan sebagai berikut :

  1. Jenis-jenis emosi marah, sedih, senang, dan takut pada remaja laki-laki dan perempuan pada SMP NEGERI 25 Pekanbaru yang terdiri dari 29 indikator.
  2. Latar belakang keluarga

              1. Tingkat pendidikan orang tua

              2. Jenis pekerjaan orang tua

              3. Keluarga utuh atau keluarga tidak utuh

              4. Anak keberapa

              5. Status anak dalam keluarga : anak kandung/anak tiri/anak angkat/anak tunggal

              6. Keluarga besar atau keluarga kecil

              7. Keluarga yang orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan

 

 

Variabel Penelitian

Indikator

Deskriptor

No item

 

Jumlah

1.Jenis-jenis 

   Emosi

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Senang

 

 

 

 

 

 

 

2. Sedih

 

 

 

 

 

 

 

3. Takut

 

 

 

 

 

4. Marah

 

Gembira

Bahagia

Cinta

Suka

Riang

Sayang

Kagum

Damai

Pilu

Duka

Lara

Kecewa

Putus asa

Galau

Frustasi

Rindu

Cemas

Cemburu

Malu

Ragu-ragu

Khawatir

Gelisah

Jengkel

Jijik

Dendam

Dongkol

Kesal

Benci

muak

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

29

 

 

 

 

 

 

 

2.Latar  

   Belakang

   Keluarga

1.Tingkat

   Pendidikan

  orang tua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Jenis

    Pekerjaan

   Orang tua

 

 

 

 

 

3.keluarga utuh/

   Keluarga tidak

   Utuh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.Anak keberapa

   Dalam keluarga

   Tersebut

 

 

5.Status anak

   Dalam keluarga

 

 

 

 

6.Keluarga

   Besar atau kecil

 

 

 

 

 

 

7. Keluarga yang

    Sibuk /

    Keluarga yang

    Tidak sibuk

 

tamat SD/ tidak tamat SD, tamat SMP/tidak tamat SMP, tamat SMA/tidak                    tamat SMA, tamat perguruan tinggi/tidak tamat perguruan tinggi, pasca sarjana/tidak tamat pasca sarjana

-PNS (pegawai pemda / pegawai pemko / ABRI / guru / kandepag / dinas pendidikan)

 

 

-masih utuh, kedua orang tua masih ada

-keluarga tidak utuh / salah satu orang tua sudah meninggal

-keluarga broken home (orang tua sudah bercerai )

 

-anak pertama / anak kedua / anak ketiga / anak bungsu

 

-anak kandung / anak tiri / anak angkat / anak tunggal

 

 

-Didalam keluarga tersebut apakah  ada nenek, kakek, tante, paman dan yang lainnya

 

-orang tua selalu pulang kerja larut malam / pulang seminggu sekali / pulang sebulan sekali / 6 bulan sekali / setahun sekali.

 

 

 

 

E.  TEKNIK ANALISA DATA

            1. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase yaitu untuk mencari gambaran tentang jenis-jenis emosi pada remaja laki-laki dan perempuan pada SMP NEGERI 25 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2009/2010. dengan rumus      

                    F

             P =  x 100%

                   N

  Keterangan :

                       P : persentase

                       F : frekuensi jawaban

                       N : jumlah sampel ( Anas Sudjiono, 2001 : 40 )

Leave a comment

Filed under CONTOH PROPOSAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s